Universitas Majalengka

Berilmu dan Beradab

unma.ac.id

KENAPA PERLU AGAMA?

“Kalau berbuat baik saja sudah cukup, kenapa harus memerlukan agama?” Tanya saya pada mahasiswa saya, untuk menguji logika berfikirnya.

Pertanyaan ini sering diajukan oleh kaum milenial yg terpapar pemikiran atheis. Mahasiswa saya yang sudah aktif di tempat kerjanya, perlu saya beri imunitas untuk urusan ini.

“Karena, jika hanya pakai logika, setiap orang punya standar kebaikannya sendiri-sendiri” saya berusaha menjelaskan.

“Bagi Hilter, membunuh 6 juta orang Yahudi adalah kebaikan, versinya dia. Jika pakai logika, bagaimana membalas kezalimannya Hitler? Maksimal hanya dibunuh 1 kali. Lalu bagaimana keadilannya terhadap 5.999.999 nyawa lain yang dia bunuh?”

“Sementara agama menjanjikan di Neraka, Hitler akan dibarukan 6 juta kali dan dibunuh 6 juta kali” jelas saya merujuk pada penjelasan Dr Zakir Naik.

Maka keadilan dan kebenaran hanya didapat oleh agama saat logika tidak lagi bisa menjawab kezaliman yang terjadi di dunia.

Jika tidak ada agama, semua orang akan merujuk pada “kebaikan” versi logikanya masing2.

Begitu juga dengan pencuri, koruptor, pezina, pemabok, LGBT, dan pelaku maksiat lainnya, mereka punya versi kebaikan mereka sendiri, namun di hadapan agama mereka akan diadili seadil-adilnya.

“Lalu mana yang lebih baik? Logika atau agama? Mau pilih mana? Logika atau agama?”

Mahasiswa saya kompak menjawab “agamaaa” alhamdulillah… 

Teriring doa agar nilai2 agama tersemat ke dalam diri setiap orang  di seluruh Dunia. Aamiin.

Bila memiliki  agama yang kuat maka ilmu pun akan menjadi bunga yang menghiasi tubuh manusia, namun bila agamanya lemah maka manusia akan menjadi Biadab….sejatinya lawan kata dari  Biadab adalah Beradab.

Ilmu yang dimiliki oleh manusia akan menajdi penerang bagi manusia karena dengan ilmu akan mengajak manusia untuk hijrah dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Olehkarenanya Berilmu dan beradab saling berkaitan dengan keyakinan kita kepada Tuhan Yang MAha Esa……. 

 kontributor : MARIA HIDAYANTI (DOSEN)