Universitas Majalengka

Resensi Buku “Langkah-langkah Pembaharuan Islam”

Resensi Buku sebagai tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam pada Prodi Pendidikan Agama Islam semester 2

A.    IDENTITAS BUKU

Judul Asli                     : Mujaz Tarikh Tajdid ad-Diin wa Ihya’ih

Judul Penerjemah        : LANGKAH-LANGKAH PEMBAHARUAN ISLAM

Penulis                         : ABUL A’LA MAUDUDI

Penerjemah                 : H. Dadang Kahmad dan Afif Muhammad

Penerbit                       : PUSTAKA Jl. Ganeas 7, Bandung, 40132 Telp. 2504186

Tahun Terbit                : 1995

Halaman Buku            : 142

Harga                          : Rp. 40.500,00

B.      Identitas Penulis

            Nama lengkapnya Sayyid Abul A’la Maududi, juga dikenal sebagai Mawlana atau Syeikh Sayyid Abul A’la Maududi, adalah jurnalis, teolog, dan filsuf politik  Pakistan sunni, dan mayor pemikir islam ortodoks abad ke-20. Dia juga merupakan figur politik di negaranya, dimana didirikan partai islam jamaat Al- Islami.

            Beliau lahir pada tanggal 25 september 1903 di Aurangabad, india dan menikah dengan Mahmudah Begum (1937-1979), meninggal pada tanggal 22 september 1979 di buffalo, New York, Amerika. Karya- karya yang terkenal yaitu : khilafah dan kerajaan, petunjuk juru dakwah, dasar-dasar islam, hak-hak asasi manusia dalam islam, hukum dan konstitusi sistem politik islam, politik alternatif : suatu perspektif islam, islam way of life, kode etik pergerakan islam, kawin dan cerai menurut islam, dan hak hak asasi manusia dalam islam. 

C.    SINOPSIS

            Buku yang berjudul “ Langkah-langkah Pembaharuan Islam” ini adalah buku yang menjelaskan bagaimana terjadinya tahapan-tahapan dalam pembaharuan Islam. Definisi pembaharuan Islam itu sendiri adalah suatu upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan dan juga apa yang ditimbulkan dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, yang mana kita bisa menarik kesimpulan bahwa pembaharuan dalam Islam bukan berarti mengubah atau mengurangi atau pun menambah teks Al-Quran maupun As-Sunnah. (Baca.: https://brainly.co.id/tugas/15397277).

            Pada buku ini juga dijelaskan mengenai pikiran dan sejarah antara Islam dan Jahiliyah. Ada juga pandangan hidup Jahiliyah dan para Jahiliyah yang menentang Islam. Pada bab selanjutnya dijelaskan definisi dari pembaharu yaitu seorang pembaharu harus memiliki pikiran yang jernih, wawasan yang luas, sikap yang konsisten, kemampuan menganalisa hal-hal mana yang melampaui batas dan mana yang akan mengantarkan pada tujuan (hal.43), dan masih banyak lagi yang tertulis dalam buku ini. Bab selanjutnya yaitu Perbedaan antara seorang pembaharu dengan Nabi (hal.43), dan dijelaskan juga apa yang menjadi amaliah seorang pembaharu (hal.45). Selain itu, dijelaskan juga mengenai tokoh-tokoh pembaharu parsial dan jejak langkah setiap tokoh tersebut (hal.55).

D.    ISI

Poin yang pertama menjelaskan mengenai “ Pergolakan Alam Pikiran dan Sejarah Antara Islam dan Jahiliyah”. Pada hakikatnya semua sistem kehidupan yang ada di dunia sampai sekarang ini, tidak dapat tidak dapat digolongkan kepada salah satu di antaranya ada 4 pandangan yaitu:

JAHILIYAH PRIMITIF (ATHEISME-MATERIALISME) 

Pandangan yang pertama mengatakan bahwa alam semesta dan sistemnya merupakan sesuatu yang baru yang terjadi dengan sendirinya (secara kebetulan), dan tidak ada satu kekuatan apa pun yang berdiri di belakangnya yang mengatur seluruh mekanismenya. (hal.7)

JAHILIYAH SYIRK (POLYTHEISME)

Pandangan kedua mengatakan : tidak diragukan sedikitpun bahwa sistem alam semesta ini bukan muncul secara tiba-tiba dan kebetulan. Ia pun bukannya ada tanpa Tuhan yang menciptakan, hanya saja Tuhannya ini tidak cuma satu,tetapi amat banyak. (hal.11)

JAHILIYAH KEPENDETAAN

Pandangan ketiga yang berbicara tentang kehidupan di balik kehidupan duniawi ini, mengatakan bahwa alam semesta dan wujud manusia dalam bentuk raga, merupakan penjara dan alam penderitaan bagi manusia. (hal.17)

ISLAM

Pandangan yang keempat yang berbicara tentang kehidupan di balik kehidupan duniawi ini adalah Islam, yang mengatakan bahwa alam semesta yang terbentang luas di sekeliling kita ini, di mana kita adalah bagian daripadanya,hakikatnya merupakan milik Sang Maha Kuasa. Dia-lah Pemilik tunggalnya, yang tiada sekutu bagi-Nya dalam pengaturan sistemnya. Tiada seorang pun yang bisa mempengaruhi diri-Nya dalam mengatur seluruhnya, dan semua makhluk berada di bawah kekuasaan-Nya. (hal.22)

Selanjutnya menjelaskan mengenai “Bentuk Amaliah Pembaharuan”. Amaliah Pembaharuan memiliki beberapa ciri, antara lain:

Pertama: Usaha perbaikan kondisi masyarakat di mana pembaharu itu berada dengan mengikis habis penyakit-penyakit yang meracuninya melalui terapi yang tepat dan benar.

Kedua: Memikirkan upaya perbaikan, atau dengan kata lain mencari di mana letak permasalah an yang harus dipecahkan, lalu pada tahap selanjut nya melakukan penebasan, agar dengan demikian kekuatan jahiliyah dapat dilenyapkan dari masya rakat.

Ketiga: Identifikasi diri dan menetapkan amaliah yang mampu dikerjakannya, lalu memilih segi-segi di mana ia dapat melakukan pembaharuan. (hal.45)

Keempat: Upaya menciptakan perombakan pandangan dan pola berpikir

Kelima: Upaya perbaikan secara praktis, misalnya dengan mengikis habis tradisi-tradisi jahiliyah.

Keenam: Berijtihad dalam persoalan agama, artinya pembaharu itu memahami berbagai persoalan agama.

Ketujuh: Aktif dan responsif, artinya dengan sekuat tenaga membangkitkan semangat Islam. (hal.46)

Kedelapan: Menumbuhsuburkan sistem Islam dengan cara menjebol kekuasaan dan tradisi jahiliyah, lalu mengembalikan posisi pemeintahan sesuai dengan sistem yang disebut Rasulullah saw sebagai khilafah berdasar metoda kenabian.

Kesembilan: Berusaha menciptakan perombakan menyeluruh secara internasional, artinya tidak memandang cukup hanya dengan menegakkan sistem yang islamis dalam satu wilayah yang dihuni oleh kaum Muslimin saja. (hal.47)

Selanjutnya para tokoh Pembaharu Pascal yang dimana para tokoh tersebut sangat berperan penting dalam pembaharuan Islam, diantaranya adalah:

‘Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz,  Imam-Imam Empat, (Abu Hanifah, Malik Bin Anas, Asy-Syafi’I, Ahmad bin Hambal), Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Syeikh Ahmad Sirhindi, Imam Waliyullah ad-Dehlawi, Sayid Ahmad al-Barbalawi dan Syeikh Ismail, Khatimah. (hal.55)

E.     KELEBIHAN BUKU

Kelebihan buku ini adalah mudah dipahami karena memuat pemikiran para tokoh mengenai pembaharuan Islam. Dijelaskan secara rinci langkah-langkah para tokoh pembaharu dalam melakukan pembaruannya terhadap Islam. Pemisahan per-bab nya juga mempermudah pembaca dalam mengetahui poin-poin apa saja yang akan ingin diketahui oleh pembaca.

F.     KEKURANGAN BUKU

Kekurangan dari buku ini adalah ada beberapa kalimat yang kurang di pahami bagi orang awam. Terlalu banyak penjelasan mengenai sejarah jahiliah dibandingkan dengan isi daripada judul buku ini. Sampulnya terlalu jadul kurang menarik dilihat .Tulisannya ada yang tidak begitu jelas.

G.    KESIMPULAN

Buku karya Abul A’la Maududi ini yang berjudul : “Mujaz Tarikh Tajdid ad-Diin wa Ihya’ih yang diterjemahkan menjadi Langkah-langkah Pembaharuan Islam”, menjelaskan mengenai apa saja langkah-langkah yang dilakukan seorang pembaharu untuk pembaharuan Islam pada masa Jahiliyah.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca karena banyak sekali ilmu yang kita dapat tentang sejarah pembaharuan Islam dari masa ke masa.

Peresensi Buku:

1. Majd Azhar, NPM 21.10.1.0023, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Semester 2

2. Aida Septia, NPM 21.10.1.0018, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Semester 2

3. Muhammad Jibril, NPM 21.10.1.0034, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Semester 2

 kontributor : MAJD AZHAR (MAHASISWA)