Universitas Majalengka

Memetik pelajaran dari Doa Ibrahim

 Oleh : ENCU M SYAMSUL (DOSEN)

unma.ac.id, Senin, 17 Juni 2024

Salah satu permohonan Nabi Ibrohim as kepada Allah SWT adalah memohon untuk dikaruniai anak yang Sholeh, permohonan ini dicatat Allah dalam Q.S As-Saffat ayat 100, dengan permohonan itu Allah mengabulkan dengan menghadirkan Ismail as yang juga menjadi Nabi dari keturunannya yang sabar dan Sholeh. 

Pelajaran untuk UNMA 

Tugas UNMA adalah menghadirkan pendidikan yang berdasar pada iman dan taqwa yang berlandaskan Akhlakul Karimah, tugas mulia ini tersirat dalam visi UNMA sebagai landasan dalam melaksanakan penelitian, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. 

UNMA layaknya orang tua yang mengayomi, mendorong dan juga mendoakan para anak didiknya mendapatkan capaian pendidikan dan mempunyai keajegan dalam iman dan taqwa serta Akhlakul Karimah. Oleh karena itu UNMA berkewajiban mendidik, mendoakan dan sekaligus mendesain para mahasiswa agar mempunyai keselarasan dalam capaian yang dicita-citakan. 

Momentum Idul Adha sangat disadari UNMA dalam mewujudkan pendidikan yang berlandaskan iman dan taqwa serta Akhlakul Karimah, perwujudan qurban menjadi modal dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, salah satu pengabdian yang terwujud adalah memastikan adanya kebermanfaatan yang luas dimasyarakat dengan menyebarkan hewan qurban. Alhamdulillah. 

Dalam konteks lain, wujud dari idul adha, UNMA mengambil pelajaran dengan membangun karakter akademik yang terus diupayakan melalui evaluasi dan inovasi, target unggul menjadi cita-cita utama, unggul artinya terbangunnya nuansa akademik yang terkoneksi pada penyatuan ilmu dan amal yang dapat membangun martabat manusia Ihsan. 

Doa’ Nabi Ibrahim menjadi ruh perjuangan UNMA, menjalankan syariat Qurban merupakan upaya dohiriyah dalam mencetak manusia unggul berkarakter Sholihin yang berlandaskan pada keberkahan. 

Karakter Peserta Didik

Mahasiswa UNMA adalah manusia unggul yang dititipkan Allah untuk dikuatkan hati dan pikirannya melalui jalan tadabbur dan tafakur, dengan upaya tersebut karakteristik Akhlakul Karimah menjadi capaian utama dalam pendidikan. 

Kita tahu, pendidikan tidak lantas selesai ketika dikatakan lulus dari PT, pendidikan wajib dilakukan sepanjang hayat sebagaimana Hadits sampaikan “mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan dari mulai di buai dalam kandungan sampai masuk liang lahat” begitu bunyi hadits yang menekankan pentingnya pendidikan dalam kerangka Tadabbur dan tafakur. 

Mahasiswa UNMA di dorong untuk selalu mengembangkan kepribadian yang baik dan berkarakter sekaligus dapat berinovasi dan beradaptasi dalam setiap keadaan. Pengembangan dari ini diwujudkan adanya berbagai prestasi yang diraih sehingga UNMA pantas menyandang sebagai PT terpilih melalui peringkat Webometrics. 

Doa yang terus terkoneksi 

Unsur utama dari Perguruan Tinggi adalah Dosen (guru) dan Mahasiswa (murid), Dosen bertugas menyampaikan pelajaran dan atau mengajari pengetahuan dan perbuatan sehingga dosen mempunyai kewajiban mengajarkan dan sekaligus mencontohkan martabat pengetahuan. 

Dalam Ilmu keislaman, Guru menempati posisi luhur, kebermanfaatan ilmu tergantung pada guru begitu pun kesuksesan seorang murid dapat di ukur seberapa hormat murid itu pada gurunya. 

Alkisah diceritakan, ketika Ibnu Malik sedang menyusun bait-bait alfiyah dan dalam hatinya ada rasa lebih baik dari gurunya seketika itu Ibnu Malik lupa terhadap apa yang harus ditulisnya, sampai dia mimpi dan memohon ampun pada gurunya, sehingga dengan kejadian tersebut dia sadar bahwa ilmunya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gurunya. 

Dunia Mahasiswa didorong untuk menjadi fatnership dosen, metode pengajaran tidak hanya searah akan tetapi banyak arah, dalam pengembangannya tidak lantas mahasiswa tidak hormat bahkan jauh harus lebih hormat karena dengan fatnership mahasiswa akan merasa waras dan terarah ketika didampingi oleh gurunya, sehingga doa guru akan selalu terkoneksi atas kesuksesan yang sedang dan akan diraihnya. 

Khatimah 

Pelajaran permohonan Nabi Ibrahim kepada Allah dengan meminta keturunan yang Sholeh yang akhirnya dibalas Allah dengan memberi Ismail as seorang yang sabar dan Sholeh menjadi cermin betapa kuatnya doa’ yang terus menerus di mohonkan yang diikuti kepasrahan serta kepatuhan, maka dengan cermin itu Dosen harus terus berdoa agar Perseta didiknya tergolong pada golongan sholihin, sedangkan mahasiswa harus menjadi penyabar dan meninggikan hormat kepada dosen agar ilmu menjadi berkah. Aamin. Wallahualam.