41 Anaku di Pesantren

Menuntut ilmu dalam agama Islam merupakan kewajiban bagi para pemeluknya. Menuntut ilmu bisa di pendidikan formal seperti sekalah dari mulai SD sampai Perguruan Tinggi ataupun di pendidikan non formal seperti kursus dan pesantren.

Di era yang serba maju dan berkembang ini dituntut memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam, agar siap survive dalam segala kondisi yang Allah Swt anugrahkan.

Setiap lembaga pendidikan memiliki metodenya masing-masing dalam mengantarkan para peserta didiknya menuju cita-cita yang mulia. Di pesantren, anak saya mendapatkan aturan bahwa santri baru tidak boleh dijenguk selama 41 hari/malam. Hal ini merupakan latihan supaya kita bisa hidup dewasa, dimana orang tua tidak memanjakan anaknya dan anak bisa hidup mandiri tidak selamanya menggantungkan hidup kepada orang tuanya.

Semua orang bisa menjadi santri dan harus menjadi santri, karena santri merupakan susunan dari empat huruf dan dapat diartikan yaitu

Sin: satrul ‘aurat yaitu menutup aurat

Nun: naibul ulama yaitu pengganti ulama

Ta: tarkul ma’ashy yaitu meninggalkan maksiat

Ro: ri’aayatunnafsi yaitu menjaga diri.

Selain itu ada pula yang mengartikan santri itu merupakan bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata yaitu sun=matahari dan three=tiga. Jadi santri dituntut dapat menjadi matahari atau penyinar dirinya, keluarganya dan masyarakatnya…

41 hari anaku di Pesantren terasa lama. 41 hari tidak bertatap muka, tidak  bercengkrama, tidak mengelus, menciumnya dan menatapnya…kini kembali bisa segalanya walaupun hanya sementara, tapi itu adalah Anugrah Allooh Swt yang luar biasa sebagai jeda mendapatkan rahmat-rahmat berikutnya.

 

 kontributor : NURHIDAYAT (DOSEN)

Tinggalkan Balasan