Replikasi R.A Kartini pada Pembangunan di Sektor Pertanian

Oleh: Dr Sri Ayu Andayani (Dosen Faperta UNMA)

Peringatan Hari Kartini pada tanggal 21 April merupakan moment penting dan berarti bagi bangsa Indonesia terutama bagi kaum perempuan. R.A kartini yang selama ini dikenang sebagai pejuang perempuan yang menyuarakan emansipasi wanita dalam melakukan berbagai aktivitas dan kreativitas, yang sekarang ini sering didengar sebagai kesetaraan gender. Dalam mengkaji, memaknai dan memperdalam perjuangan Ibu Kartini dalam kesetaraan gender, sebagai kaum hawa perlu mereplikasikan perjuangan Kartini dalam aplikasi kehidupan yang lebih baik dalam berbagai bidang yang mendukung pembangunan bangsa tak terkecuali di sector pertanian. Mengapa kita spesifik ke bidang ini ? sejak dulu sampai sekarang dan di saat pandemic covid-19 pun, sektor yang masih bertahan adalah pertanian, hal ini karena sector pertanian selalu berhubungan dengan nafas kehidupan.

Kaum perempuan dapat meneruskan perjuangan Kartini dengan selalu memposisikan perannya di berbagai aktivitas secara baik, tepat, pintar, dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan lingkungan tanpa mengurangi sikap secara santun dengan menjunjung budaya bangsa Indonesia. Kartini saat ini tak jarang banyak yang mempunyai jabatan strategis, namun hal ini bukan berarti akan bersaing dengan para pria tetapi lebih kepada pemberdayaan dan keberdayaan dari kaum hawa. Perempuan saat ini harus dapat bersinergi dengan kaum laki-laki tak terkecuali dalam mendukung pembangunan bangsa termasuk di sector pertanian. Banyak peran perempuan saat ini yang dapat dibedah dan diberdayakan di sector yang dianggap penting dan strategis dalam pembangunan bangsa. Sektor pertanian merupakan sector yang masih dianggap sebagai dasar kekuatan ekonomi bangsa Indonesai serta penunjang dalam ketahanan pangan, serta didukung pula oleh masyarakat Indonesia yang masih berkecimpung di sector ini hampir separuhnya, maka kartini-kartini saat ini diharapkan dapat berkiprah mendukung pembangunan di sector ini. Perempuan saat ini harus dapat melakukan adaptasi dengan perubahan zaman salah satunya melalui pengembangan teknologi sebagai alat komunikasi dan pendukung berbagai aktivitas, perempuaan saat ini mau tidak mau, suka tidak suka harus melek dengan teknologi. Kegiatan di sector pertanian banyak ragamnya, mulai dari kegiatan hulu sampai hilir, pada umumnya kaum perempuan pada masa lampau bahkan sampai sekarang pun masih banyak yg melakukan kegiatan usahatani dengan curahan waktu dan imbalan yang berbeda dengan kaum laki-laki, sehingga kaum perempuan masih dianggap sebatas pelengkap saja, walaupun banyak pula kaum perempuan yang sudah mendapatkan posisi lebih dari laki-laki dalam perusahaan di bidang pertanian.

Kaum perempuan saat ini banyak yang sudah menjadi seorang peneliti dimulai dari penelitian terkait penemuan bibit unggul berbagai komoditas local maupun persilangan dengan produk non local sehingga dapat menghasilkan berbagai varietas unggul, selain pembibitan banyak pula kaum perempuan melakukan penelitian terkait berbagai jenis pupuk sebagai media dalam proses pemeliharaan berbagai komoditas dengan berbagai formula yang dapat dimanfaatkan dari berbagai limbah rumah tangga disaat sang kaum perempuan melakukan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, maka hal ini akan semakin membantu dalam mendukung kemajuan dan pengembangan sector pertanian yang ada di Indonesia. Selain sebagai seorang peneliti, sang kartini saat ini terus melakukan berbagai pendampingan dalam melakukan edukasi di bidang pertanian terhadap para petani juga melakukan berbagai penyuluhan program-program pemerintah dalam membangun pertanian yaitu banyaknya kaum perempuan saat ini yang menjadi seorang penyuluh pertanian, dengan tidak mengenal Lelah dan selalu memperlihatkan keprofesionalismeannya selalu berperan sebagai seorang penyuluh dalam membangun negeri ini. Dalam membangun sector pertanian tidak berhenti hanya terbatas sebagai peran-peran di atas, tetapi mulai dari proses produksi olahan bahan baku pertanian, melakukan kegiatan packaging produk yang diolah sampai kegiatan pemasaran, sang perempuan terus dapat melakukannya dengan tekun,  disiplin serta bersinergi dengan steakholder terkait, maka hal ini semakin banyak lahirnya para perempuan tangguh dalam mengelola home industry yang berkembang dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Di bawah organisasi kelompok wanita tani (KWT) yang semakin menjamur, maka para perempuan Indonesia sebagai kartini-kartini sejati dapat mengembangkan kompetensinya, edukasinya dan berbagai aktivitas yang mendukung sebagai kreativitas perempuan terus dipupuk dalam membangun dan menguatkan sector pertanian. Begitu pula perempuan saat ini terus melakukan penggalian berbagai edukasi, pelatihan dalam mengantarkan menjadi perempuan cerdas mengelola keuangan dalam melakukan transaksi keuangan secara benar, sehingga mendukung dalam melakukan aktivitas hulu hilirnya pada sector pertanian. Perempuan-perempuan dengan berbagai aktivitas yang luar biasa dalam mendukung pembangunan sector pertanian sudah banyak terlihat dan sudah berdampak, walaupun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan yang berperan sebagai seorang istri dalam menjunjung dan menghormati lingkar rumah tangganya dan sebagai seorang ibu yang terus berjuang dalam menghantarkan para  buah hatinya menuju gerbang kesuksesan, serta sebagai kartini Tangguh yang terus dapat melakukan berbagai pengembangan diri sebagai seorang perempuan yang terus berkarya dengan berbagai peran dan porsinya.

Tinggalkan Balasan